Iklim tropis dataran rendah yang hangat dan lembap seperti di Surabaya adalah “zona nyaman” atau habitat paling ideal bagi hama untuk berkembang biak, terutama rayap.
Suhu udara rata-rata Surabaya (24°C–34°C) dan tingkat kelembapan yang tinggi sangat mendukung siklus hidup berbagai hama. Berikut adalah alasan mengapa rayap dan hama lainnya sangat subur di iklim seperti ini:
Rayap berkembang biak di cuaca yang lebih hangat dan dikenal dapat menyebabkan kerusakan yang luas pada rumah Anda jika tidak ditangani dengan benar. Hal ini menjadikan iklim Surabaya yang hangat dan lembap sebagai tempat berkembang biak rayap yang sangat aktif!
Mengapa Rayap Sangat Menyukai Iklim Surabaya?
Mencegah Dehidrasi
Rayap memiliki tekstur tubuh yang lunak dan berkulit tipis. Kelembapan yang tinggi (di atas 65%) menjaga tubuh mereka agar tidak kering dan mati.
Mempercepat Reproduksi
Udara hangat bertindak sebagai katalisator yang mempercepat proses metamorfosis, mulai dari telur menetas hingga rayap menjadi dewasa.
Memicu Fenomena Laron (Swarming)
Kombinasi udara hangat dan kelembapan tinggi setelah hujan adalah waktu utama bagi rayap bersayap (laron) untuk keluar dari sarang, kawin, menanggalkan sayap, lalu masuk ke dalam tanah atau kayu bangunan untuk membentuk koloni baru di rumah Anda.
Kayu Menjadi Lebih Lunak
Kelembapan udara membuat material kayu atau plafon rumah menyerap uap air sehingga menjadi lebih lembap dan lapuk. Ini adalah makanan yang sangat disukai dan mudah dikunyah oleh rayap.
Jenis rayap yang paling umum adalah rayap kayu kering dan rayap bawah tanah.
Mari kita uraikan perbedaan antara kedua spesies rayap ini dan bagaimana Anda dapat mencegah hama ini menyerang rumah Anda.
Rayap Kayu Kering vs Rayap Bawah Tanah
Penting untuk memahami perbedaan antara rayap kayu kering dan rayap tanah agar dapat menangani dan mencegahnya dengan benar.
Rayap Kayu Kering

Rayap kayu kering hidup di dalam kayu kering dan tidak membutuhkan kontak dengan tanah.
Salah satu indikasi yang baik apakah rayap kayu kering telah menyerang adalah dengan menemukan tumpukan kecil pelet kayu atau kotoran rayap, lubang-lubang kecil di permukaan kayu, dan sayap yang terbuang di dekat ambang jendela atau perlengkapan lampu.
Rayap kayu kering menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan dengan menggerogoti kayu dari dalam ke luar.
Rayap Bawah Tanah

Rayap bawah tanah membangun koloni di dalam tanah dan membutuhkan kelembapan untuk melakukannya. Mereka sering membuat terowongan lumpur untuk berpindah antara sarang dan sumber makanan mereka.
Tanda-tanda infestasi rayap bawah tanah meliputi tabung lumpur pada dinding eksterior, fondasi, atau ruang bawah rumah. Tanda-tanda infestasi lainnya termasuk kayu yang rusak dan berbunyi hampa saat diketuk, serta kawanan rayap bersayap.
Rayap ini akan merusak fondasi, balok penyangga, dan struktur kayu lainnya, menyebabkan biaya perbaikan mencapai ribuan dolar.
Tips Pencegahan Rayap
Berikut adalah poin-poin langkah pencegahan untuk melindungi rumah Anda dari rayap dan genangan air:
Perbaikan Kebocoran
Perbaikan Kebocoran: Perbaiki keran, pipa, dan unit pendingin udara yang bocor untuk mencegah genangan air.
Sistem Drainase
Sistem Drainase: Pastikan sistem drainase rumah Anda mengalirkan air menjauh dari fondasi.
Penyimpanan Material Kayu
Penyimpanan Material Kayu: Simpan kayu bakar, kayu olahan, dan material kayu lainnya di tempat yang tinggi dan jauh dari pondasi rumah Anda.
Perawatan Vegetasi
Perawatan Vegetasi: Jaga agar semak, pohon, dan vegetasi lainnya dipangkas agar tidak mendekati rumah Anda.
Pemeriksaan Profesional
Pemeriksaan Profesional: Jadwalkan pemeriksaan rayap tahunan dengan perusahaan pengendalian hama profesional AHLI PEST di Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan pilihan pengendalian jika rayap ditemukan.
